Tampilkan postingan dengan label Freak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Freak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

Jaman Reformasi banyak Orang gila ... (AWAS) !

Sekarang banyak orang gila ! mulai dari gila jabatan , gila harta maupun gila beradegan mesum lalu di rekam telepon genggam dan beredarlah di Internet. Namun Bangsa Indonesia cepat lupa dengan kegilaan seseorang. Contoh paling gampang adalah beberapa dari orang gila tersebut ada yang menjabat sebagai ‘kepala daerah’ maupun berani mencalonkan diri sebagai ‘kepala daerah’. Seperti yang di kisahkan di bawah ini adalah situasi akibat jaman reformasi jadi siapa pun bisa ‘melakukan’  !
Beberapa calon dokter sedang sedang menempuh ujian praktek otopsi mayat. beberapa calon dokter itu telah menunggu di ruang bedah mayat hampir 30 menit lamanya namun dosen penguji tak kunjung datang. Mereka nyaris putus asa ,tiba-tiba datanglah si dosen penguji. Menggunakan jas lengkap dokter dan memakai kacamata tebal minus 20 …….
Dokter      : “  Maaf saya terlambat karena harus mengurung seseorang di gudang ! ha..ha…ha..!
Mahasiswa  :  ” Tidak apa2 pak, yang penting kita jadi ujian “, ujar mereka serempak.
Dokter    :  (menyuruh mahasiswa berdiri menghadap bahan prakteknya masing2) ” Sekarang kita akan membedah mayat-mayat tersebut. Yang harus di miliki oleh seorang calon dokter KEBERANIAN BERTINDAK DAN KEPATUHAN ! ingat itu “.
Mahasiswa : ” Iya pak ! ” seru mahasiswa kompak.
Dokter      : ” Sekarang perhatikan saya baik-baik dan kalian berlima nanti menirukan “, sambil dokter memasukan jarinya ke anus mayat lalu setelah itu menjilatnya.
Mahasiswa :……!!!????  ( ih serem dan menjijikkan.Namun karena ingin lulus terpaksa melakukan juga).
Dokter      : ” Bagaimana rasanya ?”
Mahasiswa : ” Oek….oek….oek….!!! ” ( Jawaban dengan suara nahan muntah )
Dokter      : ” Yang kedua harus memiliki ketelitian dan pencermatan mata yang tajam ! Tadi saya masukkan JARI TENGAH KE ANUS MAYAT DAN YANG SAYA MASUKAN KE MULUT ADALAH JARI TELUNJUK ! ini artinya kalian kalau sudah jadi dokter hati2 dengan keluhan pasien yang bersifat semu ….!!! “
Mahasiswa :  “  ( Langsung muntah berhamburan ke lantai dari kelima mahasiswa tersebut )………????!!!!!
……….Dalam kepanikan mahasiswa masuklah dua orang satpam menangkap si ‘dosen’ yang tenyata adalah orang gila yang suka berkeliaran di areal rumah sakit.Dan sekuriti pun telah membebaskan dosen yang sempat di sekap di gudang dekat tempat parkir kampus. …….( Ingat sewaktu pelantikan menteri di istana beberapa waktu lalu , hadir pula seorang buronan polisi yang tertangkap kamera televisi…..beberapa waktu silam)

Sabtu, 24 April 2010

Sweet as Revenge Story

Sweet as Revenge secara resmi berdiri di Jakarta pada awal November 2003. Dimulai dari pertemuan Max, Qzoot (gitar) dan Febri (bass) di sebuah distro di Jakarta. Berawal dari obrolan mengenai interest yang sama pada genre post-hardcore, kemudian berlanjut dengan keinginan untuk membuat sebuah band yang memainkan musik post-hardcore itu sendiri. Waktu berjalan, dan berdirilah Sweet as Revenge. Nama yang unik, karena semua personil awal di band ini pernah merasakan pengalaman pahit dengan band-band mereka yang terdahulu. Dan menjadikan Sweet as Revenge sebagai ajang pembuktian. Bahwa mereka akan bisa menjadi lebih baik.

Berawal dari hanya berlatih di studio, kemudian mereka memutuskan untuk merekam demo mereka yang pertama. Lagu pertama mereka berjudul “Broken Lines and Empty Smile”. Bermodalkan satu lagu sendiri serta beberapa lagu cover, Sweet as Revenge mulai merambah panggung-panggung di berbagai acara komunitas di Jakarta. Tampil dengan hanya ditonton segelintir orang sebagai band pembuka, atau tampil paling akhir sebagai band penutup telah mereka rasakan. Hal itu tidak membuat mereka patah semangat, tapi dianggap sebagai pengalaman yang akan memperkuat mereka sebagai sebuah band. Lagu “Broken Lines and Empty Smile” akhirnya menarik minat dE Records. Lagu tersebut direkam ulang untuk disertakan dalam kompilasi “Anthems of Tomorrow (dE Records, 2004). Sebuah album kompilasi yang berisi band-band bergenre post-hardcore dan sejenisnya. Lagu “Broken Lines and Empty Smile” juga sempat merajai chart MTV Cutting Edge selama beberapa minggu. Sebuah prestasi yang membanggakan untuk sebuah band yang masih berumur sangat muda. Hal ini juga yang mengangkat nama mereka ke permukaan dan mulai dikenal oleh publik.

Seiring dengan berjalannya waktu, serta perbedaan visi, misi dan kepentingan dari masing-masing personil, mengakibatkan beberapa kali pergantian personil serta perubahan musikalitas Sweet as Revenge secara keseluruhan. Setelah melewati proses rekaman yang panjang, hasil karya mereka dapat didengar pada sebuah mini album berjudul “Birth of Expectations (Self Released, 2008)” yang dirilis pada 5 Januari 2008. Sebuah mini album berisi 6 lagu yang merefleksikan pahit dan manisnya kehidupan mereka. Baik sebagai band ataupun sebagai individu masing-masing personil. Rilisnya mini album “Birth of Expectations” mendapat respon yang cukup baik. Acara Release Party mini album itu sendiri dihadiri oleh sekitar 700 orang penonton. Jumlah yang cukup fantastis. Singel mereka yang berjudul “Potret Kehampaan” juga sering terdengar di radio.

Selepas rilisnya mini album “Birth of Expectations”, Sweet as Revenge semakin aktif bergerilya dari panggung ke panggung dan mulai merambah media. Mulai dari panggung acara komunitas, pensi SMA, acara kampus, live performance, promo dan interview di radio, semua dilibas habis. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menambah jam terbang saja, tetapi juga sebagai usaha untuk menjangkau pendengar baru, mereka yang sama sekali tidak mengenal Sweet as Revenge. Terbukti cara ini cukup ampuh, banyak yang akhirnya jatuh hati kepada band ini setelah mereka mendengar dan menyaksikan langsung penampilan Sweet as Revenge. Sebagai salah satu band generasi awal dari booming genre post-hardcore di tanah air, Sweet as Revenge berusaha untuk terus konsisten dan tidak terbawa arus trend musik yang sangat cepat berganti. Sampai saat ini, formasi terakhir Sweet as Revenge adalah: Dinand (vokal), Qzoot (gitar), Mamie (gitar), Febri (bass) dan Nanda (drum). Perjalanan dari panggung ke panggung, konflik demi konflik serta pengalaman hidup dari masing-masing personil telah memperkaya pengalaman Sweet as Revenge sebagai sebuah band. Hal ini membuat mereka berusaha untuk lebih solid dan konsisten dalam berkarya. Sweet as Revenge akan terus mempertahankan eksistensinya serta melahirkan karya-karya yang dapat menghibur penggemar musik dimanapun mereka berada.

Profil Personil:
Ferdinand S.P Pasaribu – Vokal
1 Mei 1984
Fav bands: AFI, Misfits, Bring Me the Horizon

Dian Putra Agung – Gitar, Vokal
24 Juni 1983
Fav bands: AFI, From Autumn to Ashes, The Clash

Rachmat Firdaus – Gitar
11 September 1984
Fav bands: Helloween, Dillinger Escape Plan, Misfits

Febri Haryanto – Bass, Vokal
23 Februari 1982
Fav Bands: The Cure, Black Sabbath, Envy

Ananda Fitria Intan Permata Lestari – Drum
19 Mei 1988
Fav bands: From First To Last, Funeral for a Friend

Kamis, 22 April 2010

Review story of Killing me inside


 
Band beraliran hardcore screamo asal Jakarta yang terbentuk pada Desember 2005 ini awalnya beranggotakan Rendy(Drum), Raka(Guitar), Sansan(Vocals), Josaphat(Guitar) dan Onad(Bass). Namun pada akhir tahun 2008 terjadi perpecahan pada band mereka dimana Raka mengundurkan diri, disusul Sansan dan Rendy. Raka dan Sansan mengundurkan diri karena masing-masing ingin mengerjakan project baru mereka bersama band lain, Raka bergabung dengan Vierra, dan Sansan bergabung dengan Pee Wee Gaskins. Sementara Rendy mengundurkan diri karena sibuk dengan rencana jangka panjangnya (gawe di kantoran mungkin :p). Akan tetapi, dengan semangat baru, Onad dan Josaphat berhasil menemukan pengganti personil mereka yang mengundurkan diri. Davi dan Agung kini bergabung bersama Killing Me Inside sebagai personel baru. Dan akhirnya terbentuklah new formation mereka yang sekarang